Otomotif

Bawa Sepeda Dengan Rak di Mobil, Baik Gak Sih?

Belum lama ini, ada sebuah video yang viral mengenai pengemudi mobil yang membawa sepeda di bagian kabinnya. Pasalnya, pengemudi tersebut ditilang polisi karena dinyatakan bersalah membawa sepeda.

Padahal, ia merasa hal tersebut tidak masalah karena kendaraan sedang diisi dua orang saja. Belum lagi, dokumen perjalanan pengendara tersebut lengkap, baik Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunannya.

“Mobilnya pelatnya hidup, SNTK ada, SIM ada, semuanya lengkap surat-suratnya. Tapi ditilang hari ini karena bawa sepeda di mobil, katanya digantung aja supaya lebih aman,” kata pria itu, Kamis 30 September 2021.

Petugas terkait lalu mengatakan bahwa alasannya untuk melakukan penilangan karena pengemudi melanggar aturan lalu lintas mengenai batas muat kendaraan. Sehingga, hal ini bisa berbahaya karena menimbulkan kecelakaan.

Adapun landasan hukum yang digunakan ialah Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 307.

Sehingga, sang pengendara harus melakukan sidang tilang untuk menebus dokumen yang disita petugas. “Kalau ingin membawa sepeda baiknya digantung di belakang, karena kan mobil ini untuk penumpang bukan barang,” kata petugas itu.

Namun, pihak kepolisian sudah meminta maaf karena landasan hukum yang digunakan salah. Walaupun pengemudi tersebut benar, namun sebenarnya tetap berbahaya jika membawa sepeda di kabin.

Karena itulah, banyak pesepeda yang mulai menggunakan rak sepeda atau bike rack di mobil mereka. Dari tempat memasangnya, rak sepeda sendiri terbagi menjadi dua jenis, ada yang ditempatkan di belakang mobil dan di atas mobil.

Namun, di manapun penempatan sepeda tersebut, sebenarnya penggunaan rak sepeda ini tetap ada plus minus nya. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, penempatan sepeda di luar badan kendaraan bebas saja dilakukan.

“Asalkan, pengemudi tahu batas-batas aman terhadap tambahan objek sepeda itu,” ujar Sony, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Menurut Sony, penting juga mempertimbangkan kemudahan perihal loading dan unloading-nya. Sony menambahkan, di atas atau di belakang mobil, tetap ada potensi bahaya meletakkan sepeda di rak.

“Kalau saya lihat dari sisi safety, di atas tidak terlihat oleh pengemudi. Sehingga, rawan terlepas apabila pengikatan yang tidak kuat. Selain itu, pertimbangan banyaknya portal di Indonesia, kadang objek tersebut suka tersangkut kalau pengemudinya tidak waspada,” kata Sony.

Sony mengatakan, penempatan sepeda di belakang mobil memang mudah terlihat dari spion, sehingga mudah dipantau. Tapi, tetap bisa ada potensi bahayanya. “Masalahnya, paling cuma saat mundur, karena persepsi panjang mobil jadi berubah,” ujar Sony.

Anda mungkin juga suka...